Blora – Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora menyalurkan dana zakat sebesar Rp300 juta kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Selasa (30/6/2026). Dana tersebut langsung diberikan kepada 350 siswa tidak mampu dengan masing-masing menerima Rp300.000 pada periode Juni ini
.
Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat, menyampaikan bahwa penyaluran melalui UPZ Dinas Pendidikan ini merupakan program rutin dua bulanan, namun khusus untuk Juni dan Juli volumenya ditambah karena bertepatan dengan tahun ajaran baru.
"Hari ini kami melaksanakan pentasyarufan atau pendistribusian melalui UPZ Dinas Pendidikan dengan menyalurkan Rp300 juta. Setiap siswa menerima Rp300 ribu untuk 350 siswa. Insya Allah minggu pertama Juli kami salurkan lagi Rp300 juta untuk gelombang berikutnya," ujar Sutaat, Selasa (30/6/2026).
Ia menekankan, bantuan ini secara spesifik diarahkan untuk meringankan beban orang tua siswa dalam memenuhi perlengkapan sekolah.
"Kebutuhan tahun ajaran baru itu lumayan besar, mulai seragam, sepatu, tas, hingga alat tulis. Maka kami prioritaskan di bulan Juni dan Juli. Bantuan ini lebih urgen digunakan untuk perlengkapan sekolah ketimbang keperluan lain," tambahnya.
Sutaat menjelaskan, data penerima merupakan siswa tidak mampu yang sudah tervalidasi melalui Korwil Bidik di masing-masing kecamatan dan diperkuat dengan database dari kepala sekolah. Penyaluran dilakukan bertahap menyesuaikan kuota yang tersedia.
"Data dari Korwil Bidik dan sekolah sudah akurat. Kami tidak memberikan secara serentak, tapi bertahap agar tepat sasaran," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Baznas Blora juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Blora yang menjadi penyumbang dana zakat terbesar, dengan kontribusi hampir 50 persen dari total perolehan zakat di Kabupaten Blora.
"Kami berharap bantuan Rp300 ribu per siswa ini benar-benar dipakai untuk kelancaran pendidikan anak-anak tidak mampu di tahun ajaran baru, bukan untuk hal lain. Karena masa depan mereka adalah tanggung jawab kita bersama," pungkas Sutaat.
