Sepanjang rute, barisan warga terlihat khidmat membawa obor menyala terang, diiringi suara pecut khas dan iringan gamelan. Obor atau oncor dari bambu yang dibakar, serta pecut yang dicambukkan, menjadi simbol penolak bala dan harapan agar warga terhindar dari mara bahaya.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan ini bukan sekadar pawai budaya, melainkan momentum doa bersama bagi seluruh elemen masyarakat. Fokus utama ditujukan kepada kesejahteraan para petani dan peternak, agar diberikan kesehatan, keberkahan, serta hasil panen dan ternak yang melimpah sepanjang tahun.
Kepala Kelurahan Kunden, Endang Winarni SE., menyambut antusias terselenggaranya tradisi ini. Menurutnya, Lamporan adalah aset budaya yang harus dijaga sebagai identitas masyarakat Kunden di tengah arus modernisasi.
"Ini adalah bentuk komitmen kita untuk terus merawat kearifan lokal warisan leluhur. Melalui acara ini, kita tidak hanya memohon keselamatan, tetapi yang utama adalah menjaga kerukunan, kedamaian, dan keamanan lingkungan agar warga Kunden selalu guyub rukun," ujarnya di sela-sela acara, Kamis (2/7/2026) malam.
